Senin, 28 Juni 2010



Di Bawah Puing Kekuasaan

Kaulah yang hidup di puing-puing keterbatasan
Kau menikmati kekalahan dari orang-orang yang lebih
Terkadang, kau jadikan malam sebagai tempat pesembunyian di balik kecaman mereka
Kau beranikan diri untuk tinggal di atas permukaan sungai yang kumuh

Kau biasakan menghirup udara kumuh setiap pagi
Sampah-sampah adalah penyambung kehidupanmu
Diterkam malam dan siang, berselimut kusutnya kain, kau istirahatkan setiap kau merasa lelah
Kamu adalah anak kecil, kamu adalah masa depan, setiap orang berharap kepadamu

Mengapa kau tetap dihidupkan?
Mengapa engkau menghiasi jalanan?
Mengapa engkau tak pernah berdoa?
Ataukah doamu belum terkabul!
(Tertulis, 21 Juli 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar